Peluang Waralaba

Sedikit Mengenai Peluang Waralaba

By. Gm.Susanto

Peluang waralaba kian hari semakin berkembang di dunia industri perdagangan di beberapa negara tertentu.

Secara etimologi, peluang waralaba sama saja halnya dengan bisnis franchising yang pada intinya adalah hak-hak untuk menjual suatu produk yang diberikan oleh pemilik merek atau lebih sering disebut sebagai franchisor kepada pihak lain untuk melaksanakan bisnis dengan nama, merek, sistem, serta prosedur-prosedur yang telah ditetapkan dalam jangka waktu tertentu dan dalam area tertentu.

Oleh karena itu peluang waralaba kadang didefinisikan sebagai ‘langkah curang’ yang pada dasarnya hanya menumpang ngetop oleh beberapa pihak.

Ada beberapa saran yang dapat dipertimbangkan lebih lanjut sebelum anda berkecimpung dalam bisnis peluang waralaba.

1. Kenali si pemilik bisnis utama.

Kenali lebih dalam apa yang menjadi kegiatan utama si ‘ibu’ bisnis tersebut. Ingat bahwa waralaba adalah pemberian hak-hak dari si ‘ibu’ bisnis tersebut kepada kita selaku pengikut jejak sukses pendahulu kita.

Kenali dengan baik apa saja yang menjadi titik berat usaha mereka. Kaji lebih dalam mengenai produk-produk yang diperjualbelikan oleh si pemilik bisnis utama, dalam kasus bahwa peluang waralaba mengenai usaha jual beli.

2. Usahakan untuk menggali peluang waralaba akan produk-produk unik nan bermanfaat yang belum sering di pasaran namun memiliki tingkat permintaan yang tinggi.

Dengan demikian peluang waralaba yang anda gali tidak sia-sia dan memberikan hasil yang berlipat-ganda.

Apabila peluang waralaba yang anda gali hanyalah mengenai produk-produk yang biasa saja dan sudah membanjiri pasaran, maka anda cenderung terlibat dalam persaingan dagang.

Berbicara mengenai persaingan dagang maka kita akan sampai pada topik yang tidak berujung namun mempunyai awal yang sangat jelas. Dengan adanya persaingan tersebut maka anda cenderung mengeluarkan dana lebih banyak untuk menjadi nomor yang satu.

3. Tentukan lokasi di mana bisnis anda akan dijalankan.

Selain produk, lokasi juga memainkan peran yang sangat berarti dalam kehidupan bisnis yang akan anda jalankan. Anda dapat menjelajah ke pelosok sana di mana produk yang akan menjadi tumpuan bisnis anda masih sangatlah jarang.

Dengan demikian, anda dapat ’memonopoli’ pasar di daerah tersebut. Pada akhirnya, andalah yang dapat berdiri mengingat bahwa persaingan dagang tidaklah sangat ketat.

Dampak negatifnya adalah monopoli perdagangan itu sendiri.

Jangan terlalu berapi-api dalam menjalankan peluang waralaba yang tersedia. Mulailah dari lingkup yang terkecil dahulu, seperti masih di dalam daerah domisili.

Apabila bisnis berkembang, anda bisa mengembangkan sayap sehingga bisnis bersifat regional.

Dan apabila keadaan baik dan memungkinkan anda juga bisa memikirkan untuk mengembangkan sayap ke luar negeri! Banyak sekali contoh yang bisa dilihat dari peluang waralaba yang bisa sampai menjelajah luar negeri.

Misalnya, bila bisnis pada awalnya berjalan di Kerajaan Inggris maka anda bisa menyebarkan sayap sampai ke Kerajaan Belanda.

Hal lain yang bersifat menentukan adalah dana yang harus anda siapkan sebelum menggali lebih jauh peluang waralaba yang tersedia.

Bila bisnis tergolong besar, maka secara otomatis dana yang harus anda siapkan semakin besar pula dan sebaliknya.

Ingatlah bahwa BEP (Break Event Point) atau titik dimana kita mendapatkan kembali modal yang sudah kita keluarkan, atau istilah sehari-harinya ‘balik modal’ kadang memakan waktu sampai bertahun-tahun untuk dapat kita raih.

Jadi, siapkan kesabaran yang setinggi-tingginya karena yang namanya bisnis pastilah memakan waktu, dan juga dana yang tidak rendah sama sekali.

Jadi, jangan cepat menyerah apabila pada awalnya bisnis dari peluang waralaba yang anda jalankan terlihat tidak hidup.

Apabila anda mampu dan ada kesepakatan dengan pemilik merek, bubuhi peluang waralaba tersebut dengan kreatifitas yang mungkin bisa anda jajakan.

Peluang Bisnis Properti

Peluang Bisnis Properti Yang Menjanjikan

By. Gm.Susanto

Sekarang saya akan menjelaskan dan mengupas tuntas secara bertahap mengenai usaha properti, kenapa kalau properti??

Ya, jawabannya ternyata properti saat ini banyak menyimpan banyak hal yang baru dan tentunya yang sangat-sangat besar bagi teman-teman yang ingin menyelami dunia properti.

Sebagai orang yang bekerja di bisnis properti khususnya developer dan property investment sangatlah jarang menjelaskan petunjuk atau bocoran mengenai bisnis properti.

Saat ini sudah saat nya berbagi dengan lebih banyak rekan, mengenai peluang di bisnis properti ini.

Sedikitnya terdapat tiga alasan yang tidak dapat anda tolak untuk memasuki peluang bisnis properti :

Alasan pertama,  pasti untung.

Pernahkah anda bayangkan bisnis yang paling menguntungkan anda?

Dalam teori manajemen keuangan terdapat istilah high risk high gain. Akan tetapi dalam bisnis properti, istilah ini berubah menjadi high uncontrolled risk, high gain.

Terdapat beberapa instrumen yang menentukan kondisi ini.

1. Harga tanah pasti meningkat.

Di dunia ini tidak ada harga yang turun kecuali hal-hal yang berkaitan dengan kondisi makro perekonomian. Akan tetapi dapat bisa dipastikan 99 % bahwa harga tanah pasti meningkat.

Pajak Bumi bangunan saja meningkat hampir setiap tahun. Secara matematis, jika anda membeli tanah lalu kemudian dijual pada satu tahun kedepan.

Pasti untung, itulah hebatnya peluang bisnis properti.

2. Manajemen yang sederhana . Peluang bisnis properti hanya membutuhkan manajemen yang sederhana Dalam developer misalnya, cukup bagian keuangan dan bagian legal.

Dua bagian ini pokok dan vital bagi developer.

Lha perencanaan, pemasaran dan konstruksi?

Tidak harus diperlukan. Tidak harus ada. Karena konstruksi bisa kita serahkan ke Kontraktor.

Pemasaran bisa kita percayakan kepada Agent Marketing. Perencanaan bisa kita undang konsultan.

Hasilnya lebih lengkap, lebih pasti, biaya bersifat variable. Semakin sederhana manajemen yang ada, akan semakin menguntungkan dari sisi finansial dan pengelolaan.

3. Kemas properti sebagai sebuah investasi. Salah satu meningkatkan pendapatan dalam peluang bisnis properti adalah mengemas peluang bisnis properti ini sebagai bagian dari investasi yang menguntungkan.

Kemas dengan cara yang sama tentang harga tanah. Sajikan dalam bentuk perhitungan kredit pemilikan rumah (KPR) dan bandingkan dengan ekspektasi harga di masa mendatang.

4. Amankan bisnis ini dengan shadaqah. Tidak ada bisnis yang tidak berisiko.

Akan tetapi dalam bisnis properti semua resiko dapat dikontrol. Kecuali dalam keadaan darurat.

Akan tetapi di dalam agama Islam punya cara yang unik dalam mengamankan bisnis, yakni shadaqah. Bisnis properti itu jual beli lahan milik Allah Swt.

Sehingga shadaqahnya mesti lebih besar. Di perusahaan properti yang saya ketahui, mereka menyisihkan sekitar 20-40% keuntungan untuk kegiatan sosial keagamaan.

Anda berani lebih besar???

Alasan kedua, Modal besar. No Way…!!

Jual beli tanah tentunya butuh modal besar. Eit siapa bilang.

Developer yang pernah saya kenal dan developer ini cukup ternama di Jogja, Solo bahkan sampai Batam. Pada tahun 1999 mereka mengelola modal kurang dari 100juta.

Dan dalam jangka waktu 8 tahun, aset mereka sebesar 25Milyar. Developer dimana saya bernaung, dengan modal awal 3 M, dalam jangka waktu 2 tahun, aset kami bersih sekitar 20M. Ada beberapa cara.

1. Negosiasikan pembayaran

Negosiasi pembayaran dapat berupa pembayaran tanah, kontraktor, konsultan dan apapun sehingga memperlambat kas keluar. Artinya harus mempercepat kas masuk.

Artinya cukup dengan uang muka pembelian, entah bagaimana caranya kas masuk untuk menutupi kewajiban pembayaran berikutnya. Contoh, modal anda 50juta.

Anda beli tanah seluas 1000m2 dengan harga 60 juta. Negosiasikan pembayaran bertahap 6 bulan. Pembayaran pertama 10juta.

Cadangkan 10 juta untuk pembayaran ke2. Siapkan tim perencana untuk merencanakan kawasan, biaya sekitar 5 juta. Anggarkan biaya promosi sekitar 10juta.

Anggarkan 7.5 juta untuk kegiatan operasional bulanan. Anggarkan 7.5 juta untuk legalitas lahan.

Cukup 50 juta kan?

Cukup 10 juta untuk beli lahan seharga 60 juta kan?

Bayangkan jika uang muka anda 100juta, anda bisa mendapatkan lahan 600juta. Jika tanah sudah diolah atau dimatangkan, aset anda bisa menjadi 1.2 M! Fantastis!

2. Promosikan kawasan dengan menjual resiko

Kawasan ada sudah siap. Promosikan dengan gencar dengan menjual resiko maksudnya adalah dikarenakan anda membutuhkan cash dengan cepat, jual harga rumah 20% lebih murah dari harga normal, tapi cash.

Tapi jangan lupa menaikkan harga jual jika sudah mencapai titik tertentu. Nah sekarang anda tahu tentang konsep mengemas properti sebagai investasi. Ini salah satunya.

3. Instrumen Kredit Usaha. Pada tahap awal, perbankan tidak akan mungkin melirik usaha anda.

Atau  jika usaha anda sudah cukup dikenal, tentunya anda akan mudah mendapatkan kredit konstruksi, salah satu alternatif pembiayaan developer.

Perlu anda ketahui, developer (baru) tidak mudah mendapatkan kredit investasi, akan tetapi kredit modal kerja konstruksi. Sekarang bagaimana jika bank belum mau melirik usaha anda.

Gunakan fasilitas KPR, bagaimana caranya?

Jadikan saudara, rekan kerja sebagai konsumen properti anda. Pembiayaan melalui KPR. Pencairan KPR anda akan diterima.

Kewajiban pengembalian KPR menjadi tanggung jawab usaha anda. Mudah bukan. Anda sudah dipastikan mendapat kredit investasi.

Alasan ketiga, dapatkan Cash Flow yang besar. Alasan ketiga ini jelas-jelas akan sulit untuk ditolak. Dengan properti kita bisa mengenerate cash flow yang besar.

Prinsipnya percepat uang masuk, perlambat uang keluar. Eit jangan melulu jual cash… Gunakan instrumen KPR.

1. Instrumen KPR.

KPR saat ini memungkinkan KPR indent dimana konsumen dapat diikat dalam akad kredit meskipun bangunan belum selesai dibangun.

Dan anda akan menerima pencairan awal sebesar 40%. Jika uang muka sebesar 20%, berarti anda menerima uang muka 60%.

Ingat negosiasi pembayaran?

Jangan-jangan modal anda sudah kembali?

Padahal untuk membangun rumah, mungkin anda hanya akan mengeluarkan sekitar 40%. Dan mengeluarkan sekitar 10% lagi untuk pematangan lahan, prasarana dan sarana.

Sisa 10%nya?

Bisa untuk membayar tanah. Pada bulan ke 4 dengan asumsi pembangunan selesai, maka anda akan menerima 60%.

Pertanyaannya adalah bagaimana dengan 4 bulan masa pembangunan?

Yang penting jaga target penjualan.

2. Lahan baru, ladang uang baru

Bagaimana dengan 60% sisa pencairan KPR?

Cadangkan untuk membeli lahan baru. Jadikan sebagai ladang uang baru.

Saya jamin anda akan kaya raya!

Sekali lagi saya bilang, resiko dalam properti pasti ada.

Namun resiko dalam properti harus dapat dikontrol.

Jadi anda tertarik dalam memanfaatkan peluang bisnis properti?

Mulailah sekarang juga….!!

 Page 1 of 26  1  2  3  4  5 » ...  Last »