Archive for February, 2010

Modal Usaha

Cara Sukses Memulai Bisnis Dengan Modal Usaha Kecil

By. Gm.Susanto

Mencari pekerjaan merupakan suatu hal yang sangat sulit pada zaman ini. Jumlah angkatan kerja tidak sesuai dengan ketersediaan formasi pekerjaan.

Kompetensi Saja Belum Cukup?

Idealnya lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan melakukan analitis, yaitu merubah persoalan yang rumit menjadi sederhana. Kemampuan analitis dapat digunakan untuk mengungkapkan kemungkinan resiko dan peluang pendirian sebuah usaha.

Sayangnya kebanyakan lulusan perguruan tinggi lebih menonjolkan aspek munculnya dampak negatif daripada peluang bisnis itu sendiri. Sehingga mereka tidak memiliki keberanian untuk memulai usaha.

Bagaimana mungkin cukup bagi penyelenggara program studi hanya dengan mengandalkan mata kuliah kewirausahaan (2 sks) untuk dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknologi dan spirit kewirausahaan (technopreneurship). Apalagi sistem perkuliahaan kewirausahaan lebih banyak di ruang kelas.

Modal Usaha sebagai Penghambat?

Selanjutnya aspek permodalan adalah salah satu faktor penghambat lahirnya wirausahawan muda. Modal usaha dianggap segala-galanya. Perhitungan investasi, operasional, dan tingkat pengembalian modal usaha menjadi begitu rumit dan menakutkan. Sehingga mereka lebih memilih sebagai sosok pencari kerja daripada membuka usaha dan lapangan kerja.

Modal usaha penting tetapi bukan dijadikan alasan untuk tidak memulai usaha. Modal usaha merupakan sumberdaya kekayaan perusahaan. Pemodal usaha berarti pemilik modal. Sedangkan Modal usaha tidak selalu dalam wujud uang. Sehingga Pemodal usaha adalah pemilik sumberdaya yang bukan selalu uang.

Keberanian Merupakan Faktor Kunci

Jadi bagi seseorang yang tak memiliki uang terbuka peluang untuk menjadi pemilik usaha “bussines owner”. Pernyataan banyak orang bahwa modal usaha non uang adalah modal usaha dengkul. Dengan bermodalkan dengkul kaki sendiri, seseorang dapat menahan beban dan berjalan serta beraktifitas usaha. Artinya tanpa diawali modal usaha uang sebuah usaha dapat berdiri dan berjalan serta tumbuh dan berkembang membawa harapan pemiliknya.

Kalau seseorang tidak memiliki dengkul sendiri, gunakan dengkul orang lain. Orang lain tidak akan pernah marah sepanjang ada konpensasi yang menarik dan fleksibel. Membangun kemitraan permodalan merupakan kombinasi yang rasional dan menjadi kekuatan lebih besar daripada modal usaha dengan dengkul sendiri.

Keberanian mengambil resiko adalah syarat utama untuk menjadi pebisnis. Keberanian memulai usaha dengan modal usaha dengkul menandakan kapasitas, kekuatan dan daya saing pebisnis itu sendiri. Semua orang memiliki potensi menjadi pebisnis modal usaha dengkul. Perbedaan menyolok satu dengan yang lain adalah keberanian bertindak.

Sikap berani bertindak mampu menghilangkan hambatan terbesar merintis bisnis, yaitu permodalan. Hambatan ketidaktersediaan modal usaha hendaknya jangan dijadikan alasan untuk tidak memulai, tetapi sebaiknya memicu lahirnya kreatifitas dan gagasan yang gemilang.

Setiap gagasan atau ide yang lahir dari rahim seorang tak ber-uang memiliki daya tahan untuk bertahan dan berpotensi tumbuh berkembang.

Jenis usaha yang cocok bagi pemodal usaha kecil atau bahkan tanpa modal usaha adalah Memasarkan produk atau jasa orang lain. Sebaiknya produk atau jasa yang banyak dibutuhkan orang atau produk spesifik yang langka namun sesungguhnya terdapat pasar yang cukup luas.

Bisnis makanan dan minuman seperti kue, roti, es juice, bakso, mi ayam, dan lain sebagainya bisa dicoba. Bisnis kerajinan seperti barang suvenir, pernik-pernik kebutuhan rumah tangga, dan lain-lain Jasa seperti potong rambut, usaha jahit, obras, konsultan, pengurusan surat-surat. Jangan berkecil hati jika memulai bisnis dengan modal usaha kecil atau bahkan tanpa modal. Selalu ada jalan lain menuju Roma, begitu kata sebuah pepatah. Sepanjang kita mau berusaha, dengan izin Tuhan, yakinlah bahwa usaha kita akan menjadi kenyataan.

Artikel Yang Berkaitan :

  • Jenis Peluang Usaha
  • Peluang Usaha Gratis
  • Jenis Peluang Usaha

    Mengenali Peluang Usaha dan Mengetahui Jenis Peluang Usaha

    By. Gm.Susanto

    Banyak pengusaha yang mengawali usahanya dalam situasi yang serba sulit, menghadapi kondisi yang tidak pasti atau bahkan sering menemukan jalan buntu, dan akhirnya frustasi atau hanya menunggu saja dan tidak melakukan apa pun meskipun memiliki uang yang cukup banyak sebagai modal awal usaha atau modal kerja belum tentu bisa memberikan jaminan akan suksesnya suatu usaha. Terlebih jika modal yang dimiliki pas-pasan, bahkan mungkin tidak punya modal sama sekali. Hal ini tentu akan membuat kondisi semakin sulit.

    Dalam kondisi seperti itu, apa yang harus kita lakukan? Berusaha mewujudkan impian menjadi orang sukses tanpa persiapan yang matang, hasilnya menjadi tidak jelas.

    Kerugian besar yang dapat menghabiskan modal yang dimiliki, sebenarnya dapat dihindari atau paling tidak dapat ditekan sekecil mungkin jika kita bisa memilih usaha yang benar-benar tepat, sesuai dengan kondisi dan kemampuan kita, yaitu usaha yang kita sukai atau kita mempunyai kompetensi dalam bidang usaha tersebut.

    Untuk memilih usaha yang sesuai dengan kondisi kita sebenarnya juga tidak terlalu sulit. Kita dapat memilih usaha yang sesuai dengan kondisi di sekitar lingkungan kita sendiri. Seperti di lingkungan keluarga, di lingkungan kantor, atau di lingkungan komplek perumahan, di kampus, atau di mana pun kita berada.

    Kita tidak perlu harus membuat usaha yang terlalu muluk-muluk. Cukup sederhana saja, tetapi prospeknya bagus. Caranya adalah dengan mengevaluasi lingkungan yang ada di sekeliling kita. Salah satu alat untuk mengukur semua hal yang mungkin dan tidak mungkin dilakukan oleh usahawan sebagai penilaian awal dan pemberian informasi penting, yaitu menggunakan analisis terhadap kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman (strength, weaknesses, opportunities, and threats) atau yang lebih dikenal dengan sebutan analisis SWOT Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT.

    A. Strength (kekuatan)

    Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku yang mudah didapat, mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya yang dapat dimanfaatkan. Contoh: lokasi di dekat kampus atau mal dapat dikembangkan menjadi kost-kostan, warnet, rental komputer, dan masih banyak lagi.

    B. WEAKNESS (kelemahan)

    Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita memiliki kekurangan tertentu. Contoh: sebaiknya jangan membuka usaha rental komputer, tetapi tidak mengetahui sama sekali ketrampilan dalam mengoperasikan komputer.

    C. OPPORTUNITIES (peluang)

    Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan. Contoh: membuka usaha fotokopi di lingkungan dekat kampus, membuka usaha kantin di lingkungan perkantoran, dan lain-lain.

    D. THREATS (ancaman)

    Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang beresiko tinggi, memiliki siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur. Terlebih lagi jika pesaing-pesaing kita memiliki kemampuan yang lebih baik dari kita. Contoh: investasi saham, di mana kita tidak memiliki cukup ilmu tentangnya atau bermain di pasar yang pelakunya sudah sangat banyak.

    Kita harus jeli melihat setiap peluang yang muncul di sekitar kita dan tidak perlu bingung mencari ide untuk dijadikan peluang, karena ide atau gagasan ada di mana pun. Ada banyak sekali peluang bisnis jika kita tahu bagaimana dan di mana menemukannya, yang mungkin saja sudah ada dalam diri kita atau bahkan sudah di depan mata.

    Di bawah ini adalah daftar sumber ide yang dapat memberikan gagasan awal atau pemikiran awal untuk menentukan usaha apa yang hendak dijalankan:

    • Lihat barang-barang di sekeliling dan yang sedang kita gunakan

    • Rasakan apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh diri

    • Browsing Internet yang menyediakan informasi bisnis

    • Baca buku yang berkaitan dengan kewirausahaan

    • Baca koran, majalah, atau tabloid yang berisikan peluang usaha

    • Baca buku kuning telpon (yellow pages)

    • Baca perpustakaan umum, perpustakaan sekolah atau kampus

    • Kunjungi teman, kenalan, atau sahabat

    • Kunjungi bursa efek, amati tren kapital dan peluang lainnya

    • Ikuti kursus kewirausahaan

    • Temani pengacara atau konsultan ketika bertemu kliennya

    • Dapatkan informasi dan buku-buku dari kedutaan besar

    • Kunjungi pusat-pusat inkubator bisnis

    • Kunjungi pusat-pusat perbelanjaan dan restoran waralaba

    • Kunjungi penemuan baru, pameran dagang, dan pameran-pameran lainnya

    • Kunjungi perusahaan pesaing

    • Kenali konsumen atau pelanggan potensial

    • Kenali agen, distributor, atau pedagang besar

    • Lakukan hobi dan wisata

    • Kenali broker paten dan jasa informasi produk lisensi

    • Kunjungi lembaga penelitian dan universitas

    • Ikuti seminar, forum diskusi, lokakarya, atau simposium

    • Kunjungi asosiasi dagang dan bisnis

    • Masuk sebagai anggota partai tertentu

    • Ikuti pertemuan alumni

    • Ikuti kebijakan dan keadaan ekonomi negara

    • Dan masih banyak lagi

    Agar ide-ide potensial menjadi peluang bisnis yang riil, maka wirausahawan harus bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus. Proses penjaringan gagasan atau ide disebut sebagai proses screening, yang merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi barang dan jasa riil.

    Banyak cara untuk mengetahui peluang yang terjadi di sekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula masih terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan, misal:

    a. Mengenali kebutuhan pasar.

    b. Mengembangkan produk yang sudah ada di pasar

    c. Memadukan bisnis-bisnis yang telah ada

    d. Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang ternyata setelah

    ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar biasa.

    e. Menggunakan asumsi-asumsi yang baru (tidak baku).

    Beberapa langkah untuk mengenali .dan memilih peluang bisnis yang tepat seluruhnya.

    1.Tentukan Tujuan Besar yang Hendak Dicapai

    2.Buat Daftar Ide Usaha

    3.Nilai Kemampuan Pribadi

    4.Pilih Kriteria Bisnis

    5.Membandingkan dan dapatkan saran dari pengusaha, konsultan, atau mentor

    6.Nilai Keadaan Bisnis Saat Ini dan Masa Mendatang melalui Riset

    7.Tetapkan Pilihan Bisnis

    Setelah kita memutuskan bisnis apa yang ingin dijalankan, hal yang perlu menjadi pertimbangan berikutnya adalah memilih jalur usaha yang tepat atau memilih beberapa prospek bisnis, Arida harus memutuskan jalur mana yang ingin dipilih untuk memiliki bisnis sendiri. Terdapat tiga jalur utama yang dapat dipilih: memulai bisnis baru, membeli bisnis yang sudah ada, mengembangkan bisnis yang sudah ada, dan kemitraan atau waralaba (franchise).

    Anda berani mencoba?

    Artikel Yang Berkaitan :

  • Peluang Bisnis Waralaba
  • Usaha Waralaba
  • Peluang Usaha Bisnis
  • Bisnis Waralaba
  • Peluang Usaha Kecil
  •  Page 1 of 6  1  2  3  4  5 » ...  Last »