Home » Bisnis Waralaba » Bisnis Waralaba

Bisnis Waralaba

Mengenal dan Merintis Bisnis Waralaba

by. Gm.Susanto

bisnis waralabaBisnis waralaba, kalau ditinjau dari sudut tata bahasa merupakan terjemahan Bahasa Indonesia untuk istilah asing Franchise.

Bisnis waralaba terbentuk dari dua kata yaitu, wara yang berarti usaha, dan laba yang berarti keuntungan lebih atau istimewa. Sehingga secara umum bisnis waralaba dapat diartikan usaha yang menghasilkan keuntungan lebih atau istimewa.

Banyak versi asing yang mendefinisikan pengertian bisnis waralaba, namun tentu yang paling umum digunakan di seluruh dunia adalah definisi dari International Franchise Association, yang mendefinisikan waralaba (franchise) sebagai sebuah hubungan kontrak antara franchisor (pemberi waralaba) dan franchisee (penerima waralaba) dimana pemberi waralaba menawarkan atau menjamin untuk memelihara keistimewaan yang berkesinambungan pada bisnis penerima waralabanya di area tertentu; dimana penerima waralaba beroperasi dengan memakai nama dagang yang telah ditentukan, format dan atau prosedur yang dimiliki dan dikendalikan oleh pemberi waralaba, yang mana penerima waralaba harus dan akan menempatkan sejumlah tertentu modal investasi dalam bisnisnya yang bersumber dari kekayaan miliknya.

Di Indonesia sendiri, definisi waralaba secara yuridis formal tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1997 tentang waralaba, yang berbunyi :

“Waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan pihak lain tersebut, dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan atau jasa.”

Perkembangan bisnis waralaba di Indonesia

Perkembangan bisnis waralaba di Indonesia, dinilai sangat pesat. Format bisnis waralaba yang mulai dikenal di Indonesia pada tahun 1980-an ini, merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan keuntungan menggiurkan.

Lihat saja, statistik jumlah toko atau counter bisnis waralaba baik dalam maupun luar negeri yang jumlahnya ribuan. Dari sekian banyak jenis bisnis waralaba yang ada di Indonesia, saat ini masih didominasi oleh waralaba restoran cepat saji (fast food) yang dimiliki oleh perusahaan bisnis waralaba asing. Kecenderungan pergeseran gaya hidup masyarakat Indonesia yang mengarah pada budaya instant, mendorong jenis usaha ini untuk terus menjamur.

Namun belakangan ini, cukup banyak perusahaan waralaba lokal yang telah melakukan ekspansi besar-besaran. Sebagian besar waralaba lokal yang saat ini banyak menarik minat investor menengah dan kecil adalah jenis minimarket dan booth jajanan kuliner.

Selain besaran fee yang dipungut pemberi waralaba cukup kompetitif dan investasi yang harus dikeluarkan relatif tidak terlalu besar, para investor juga tertarik dengan daya penetrasi pangsa pasar yang sanggup mencapai wilayah pedesaan.

Regulasi yang cukup longgar, memberikan keleluasaan bagi para investor untuk mendirikan bisnis waralaba sampai ke tingkat kelurahan/desa. Bahkan untuk jenis jajanan kuliner sampai menembus perkampungan.

Bagi yang berminat menjadi penerima bisnis waralaba, terlebih dahulu harus diperhatikan beberapa aspek, sebagai berikut:

1. Kenali perusahaan bisnis waralaba yang diinginkan

2. Sesuaikan jenis usaha terwaralaba dengan lokasi, modal usaha, dan cari referensi tentang bisnis tersebut sebanyak-banyaknya.

3. Usahakan untuk terlebih dahulu menyusun analisa usaha secara global sebelum mengajukan permohonan kepada perusahaan bisnis waralaba.

Setelah aspek-aspek tersebut diperhatikan, berikut tahapan yang harus dilakukan dalam memulai bisnis terwaralaba:

1. Ajukan proposal beserta data pribadi atau badan usaha, data dan denah lokasi, deskripsi singkat lokasi, dilengkapi dengan dokumen pendukung, kepada perusahaan waralaba yang diinginkan

2. Tunggu konfirmasi dari perusahaan waralaba

3. Apabila perusahaan waralaba menghendaki, dilakukan survai lokasi terlebih dahulu

4. Apabila hasil survai memenuhi syarat, akan dibuat rancangan analisa usaha oleh perusahaan waralaba

5. Apabila kedua belah pihak setuju, akan dibuat draft kontrak kerjasama bisnis waralaba

6. Calon penerima waralaba harus menyetorkan fee yang disyaratkan serta modal sejumlah yang telah ditentukan.

Apabila calon penerima waralaba memerlukan kredit untuk memulai usahanya, draft kontrak kerjasama dan rancangan analisa usaha seperti pada poin 4 dan 5, dapat digunakan untuk mengajukan kredit waralaba ke bank, dengan menyertakan juga persyaratan lainnya termasuk data jaminan (agunan)

7. Setelah modal terpenuhi, kedua belah pihak menjalankan kewajibannya masing-masing sesuai perjanjian bisnis waralaba yang telah dibuat

8. Bisnis waralaba dimulai.

Selamat Berbisnis!

Silahkan Anda dapatkan panduan yang lebih detil dan proven tentang 3 RESEP CESPLENG Menjalankan Bisnis Tanpa Anda Harus Terlibat Operasional Bisnis Setiap Hari, Untuk ORang Sibuk Seperti Anda, klik di halaman ini bisnis waralaba

satu komentar tentang “Bisnis Waralaba”

  1. Nanang says:

    saya berminat membuka usaha waralaba, tapi aku bingung gimana cara mulainya dan waralaba mana yg aku ajak kerjasama. Saya punya tempat berupa Ruko yg lokasinya tergolong cocok untuk bisnis waralaba karena berada pada jalan Poros masuk kompleks perumahan yg agak ramai, saya hanya punya modal yg siap cuma 100 juta rupiah.
    Apa ada franchise yg mau kerja sama dgn saya?

Leave a Reply

JawabanPasti.com


Copyright © 2012-2014